Aku Hanya Bisa Diam di Sini

Akhirnya minggu yang paling berat ini pun terlewati. Setelah penutupan acara, aku hanya bisa terdiam di sudut ruang meeting. Masih sangat tak percaya, acara yang aku persiapkan dengan mengorbankan waktu tidur setiap harinya akhirnya selesai dengan hasil yang sangat berantakkan.

PEMDA yang seyogyanya sebagai sang empunya program malah melenggang begitu saja, meninggalkan acara yang menjadi salah satu wadah nya untuk mencapai target.

Aku terhempas, mimpi ku terlalu tinggi padahal PEMDA yang seyogyanya nahkoda program tak sedikitpun peduli. Aku pun merasa terlempar semakin jauh, kala sahabat yang harusnya menjadi teman perjuangan juga melakukan hal yang sama.


Asa itu pun kini memudar walau masih ada titik harap yang bertahan ketika melihat peserta yang bersemangat, tapi sayangnya tak sedikitpun membuat cahaya di langit kelam.

Aku kecewa! Tapi aku tak mengerti harus kecewa dengan siapa? dengan dia? kamu? engkau? atau malah aku kecewa pada diri ku sendiri?

Aku hanya bisa diam disini
di sudut ruang.
#1st September 2016 

Comments

Mas Huda said…
kok bisa-bisanya ditinggal ya sama PEMDA
minyak kemiri said…
yah urusan sama pemda kalo ga ada duitnya mana jalan mbak, stop berharap ke instansi pemerintah, ga akan beres. trust me

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu

Asal Nama Kota Prabumulih

Tahun Baru Hijriyah