Epilog Khayalan

"Kamu sungguh-sungguh?", aku terhenyak akan rasa haru diiringi rinai hujan yang membuat suasana semakin syahdu."Ya, aku sungguh-sungguh!", ujarnya seperti biasa dalam tatapan yang tajam.

Aku pun membalas tatapnya, mencoba mencari suatu selah untuk tak mempercayai ungkapannya. Tapi semakin aku mencari, semakin aku meyakini kesungguhannya.

"Jadi bagaimana? apa kamu sudah siap meninggalkan semua yang melekat erat dalam kehidupanmu?" sekarang berganti dia yang meminta kepastian.

"Insaallah aku siap!", jawabku dengan hati yang mantaf sembari membayangkan sebuah kehidupan baru yang begitu indah dan nyaman tanpa adanya tekanan dan tanggung jawab besar yang sering mengganggu tidur.

#CumaEpilogKhayalanSebuahMimpiYangBelumKesampaian
#KalaPenatMelanda



Comments

Mas Huda said…
karena kedua pihak sudah siap maka saya hanya mendoakan semoga semuanya lancar....

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu

Asal Nama Kota Prabumulih

Tahun Baru Hijriyah