Khilaf Ketidaksengajaan

"Melamun?", tanyanya heran dari ujung telepon ketika aku menjawab pertanyaannya sedang apa diriku. "Iya, melamun dan berpikir!", ujarku pelan. "Mau cerita?", kali ini dia menawarkan diri.

"Ternyata dia sengaja melakukan kesalahan itu, dia sengaja membuatku nampak bodoh, dan hari ini aku baru sadar kalau aku memang bodoh, menganggap kesalahan tersebut hanya khilaf ketidaksengajaan", ujarku pelan menjelaskan.

"Kamu tahu apa yang aku lakukan? Ketika evaluasi kinerja aku masih tak bisa membeberkan hal itu, padahal aku mempunyai kesempatan dan waktu yang tepat", kisah ku dengan mata sayu menahan tangis.

"Kamu tahu alasan kamu melakukannya? Karena kamu seorang pemaaf dan kamu adalah seorang yang tak mau kalah dengan sebuah tantangan", ucapnya dengan suara menenangkan. "Jangan pernah menyesal jadi orang baik ya,,, ", lugas ia berkata sebelum tangis ku pun pecah.

Comments

Shudai Ajlani said…
"Aku gak menyesal kok menjadi orag baik..." *nyamber hihihi

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu

Asal Nama Kota Prabumulih

Tahun Baru Hijriyah