Gengsi Super Duper Tinggi

"Huahahaha, rasakan! Kamu pula aneh-aneh saja, buat keputusan itu ya mikir dulu kenapa? Jadinya begini kan?", ujarnya sembari meneruskan tertawanya yang semakin terbahak-bahak.

"Tuh kan, diceritain malah ditertawakan, sudahlah, tak usah dibahas lagi! Ujarku merengutkan muka dan mengalihkan pandangan ke arah bunga-bunga yang terlapisi debu akibat kabut asap yang melanda kota Palembang sebulanan ini.

"Iya,,,iya,, aku minta maaf, terus kalau sudah begini kamu mau ngapain lagi, aku kenal sekali dengan mu yang berwatak super keras, lebih keras dari batu akik sekaligus punya gengsi super-duper tinggi. Aaah,, kamu sih ada-ada saja, kalau soal progres kerjaan ya aku tak mau ikut pusing, lah ini soal hati, aku khawatir kamu akan sakit!", ucapnya dengan roman wajah sangat serius.

"Aku tak tahu harus bagaimana, baru satu hari aku sudah merasa semakin gundah dengan keputusanku, aku hanya berharap dia akan mengerti dan menyapa ku, bukan hanya ikut terdiam, Hanya itu saja!", ujarku pelan dan tak sengaja menitikkan air mata.

"Lalu bagaimana kalau dia tak duluan menyapa?", tanyanya pelan.

Air mataku mengalir semakin deras dan tak mampu lagi berkata.

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu

Asal Nama Kota Prabumulih

Tahun Baru Hijriyah