Jangan Pernah Menyesal Menjadi Orang Baik

Memandang jejeran awan yang berbaris dari balik jendela dengan sepoi-sepoi angin yang bertiup dari kipas angin yang setia menemani melawan gerahnya bumi sriwijaya ini, membuatku hanyut untuk menarikan jemari di keypad tablet.

Seminggu ini banyak kisah yang terjadi, diawali tertohoknya sanubari saat menyadari bahwa aku begitu malu menjadi seorang melayu yang tak mengerti hebatnya budaya melayu, sampai pada beberapa kisah tentang dunia pemberdayaan dari kacamata sosialisasi.

Oh ya, seminggu ini aku banyak melihat wajah-wajah penuh sedih diteman-teman fasilitator, wajah-wajah meminta keadilan, meminta perhatian, sampai pada harapan pengakuan atas apa yang telah dilakukan. "Aah,, aku dulu juga pernah merasa seperti yang mereka rasa, tapi aku tak bisa seperti mereka yang mengungkapkan dan menyampaikan rasa dihati", gumamku didalam hati.

Tetapi, sekarang aku merasakan hikmah keluh yang berhasil ku simpan sendiri, karena terkadang tak semua manusia akan mengerti tentang yang dikeluhkan, dan mengeluh dan berharap hanya pada Allah itu yang utama.

So, jangan pernah menyesal menjadi orang baik, lakukan kebaikkan semaksimal yang bisa dilakukan, hasilnya biarkan Allah yang menentukan. :-)

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu

Asal Nama Kota Prabumulih

Tahun Baru Hijriyah