Sebuah Kisah Serupa Tapi Tak Sama

Awan hitam tanpa rembulan menjadi pemandangan dari balik jendela. Udara gerah yang menghantui kota Palembang beberapa malam ini membuat kipas angin yang berada di atas lemari mesti bekerja ekstra untuk bertempur melawan udara panas. Sembari membuka dan membaca beberapa file yang menjadi oleh-oleh EGM pertama ku di kota Bandung tanggal 3-6 Mei 2015, pikir ku pun tertegun ketika akan menghadapi sebuah kisah baru yang harus di tempuh. Akan kah ini menjadi awal sebuah buku baru yang terbuka? 

Hela nafas panjang mewarnai per-file yang dibuka. Sebuah kisah yang serupa tapi tak sama membentang luas dan siap untuk diwarnai. Bagai sebuah kertas putih yang bernama kesempatan  untuk menebus kesalahan-kesalahan yang pernah ku perbuat di program terdahulu.

Sahabat-sahabat Sos ku yang hebat

Aku harus banyak belajar lagi, mempelajari dimana batu-batu sandungan terletak agar tak kembali terjatuh di tempat yang sama. Mempelajari peta yang menjadi arah agar tak kembali tersesat. "Mulai dari Nol untuk tuntaskan 0", ujar seorang sahabat via bbm menjelma menjadi sebuah semangat baru agar aku tahu dimana titik harus memulai.


Comments

Bippi said…
Semangat sahabat ku...setiap usaha pasti ada kendala :)

Lama sudah tak blogwalking...apa kabarnya kak?

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu

Asal Nama Kota Prabumulih

Tahun Baru Hijriyah