Posts

Showing posts from December, 2012

Di Beranda Pondok

Image
Puntung rokok mengepulkan asap di jepitan ibu jari dan jari telunjuk, mungkin hanya tinggal tiga hisapan lagi, puntung rokok yang ditemukannya di bangku taman tadi sore itu akan habis kenikmatannya. "Aah,, tak terasa sudah malam tahun baru lagi!", gumamnya sendiri sambil duduk di beranda pondokkan memandang langit yang menghitam. Sesekali ia melipatkan jaket lusuh yang kancingnya sudah rusak menyelimuti tubuh  yang renta saat sang bayu menggoda dengan hawa dingin yang berhembus. Suasana di sekitar nya begitu senyap, hanya terdengar sayup-sayup suara kembang api yang berasal dari  komplek perumahan sebelah kampung nya. Hampir semua penduduk di kampung nya pun berbondong-bondong ke alun-alun kota untuk memeriahkan dan ikut menyaksikan kemeriahan malam pergantian tahun. "Ada artis ibu kota yang datang, pasti manteb banget deh, rugi kalau tidak ke sana!", kira-kira begitu obrolan yang ia dengar saat melintas warung pak Amat menuju pondoknya sore tadi. Suara kembang ap…

Adakah Maaf untuk Ku ?

Image
Apa yang terjadi? sudah terlalu lama engkau ku tinggalkan, tanpa ada berita dari mu atau dari ku Engkau diam, diam sekali hingga membuat ku bingung harus dari mana aku memulai percakapan, agar aku bisa mencairkan suasana dan menjadikannya seperti biasa, penuh kehangatan dan canda Aku tahu ini sepenuh nya salah ku meninggalkan mu terpuruk dalam sunyinya kesendirian Tapi, Adakah maaf untuk ku? Biarkan aku kembali membangun keakraban bersama mu menarikan jemari dengan alunan irama sang hujan di sini, bersama mu blog ku tercinta. ^_^

Selamat Hari Ibu

Image
Pepatah kuno mengatakan, "didiklah seorang lelaki maka kamu mendidik seorang manusia. Namun jika kamu mendidik seorang perempuan, maka kau telah mendidik satu keluarga, bahkan telah mendidik satu negara."

Sejarah menuturkan, para ibu kita membuktikan bahwa mereka adalah pejuang. Mereka tak hanya menggenapi takdir penciptaannya, namun mampu menjadi wanita yang berdaya dan memberdayakan.

Salam hormat kami untukmu, Sang Ibu. Negara ini berutang kepadamu.
Selamat Hari Ibu.

Wajah - Wajah itu

Image
Aku sering sekali tersenyum simpul bila melihat wajah-wajah teman yang ada di list facebook ku, dari wajah-wajah itu aku banyak belajar dan melihat berwarna-warni kehidupan, tak hanya kisah bahagia, kisah berurai air mata pun tersampaikan dari status yang mereka tulis sebagai ungkapan perasaaanya. Ada seorang teman yang menulis mengaku muak membaca status yang melow, mengeluh, gundah, gulana atau ada bahasa tenarnya galau, ada juga status yang marah-marah sampai seperti akan banting-banting piring, sampai ada status yang kelihatan elegant, aah,, begitu berwarna kan? Tak sepenuhnya facebook bisa dipercaya, banyak sekali penipuan yang ada di dalamnya, dari penipuan identitas, sampai penipuan jeritan hati. Seorang teman berkilah facebook bagi nya hanya sekedar untuk bermain-main, ada juga teman yang di dunia nyata begitu pendiam ternyata di facebook bisa begitu curcol abis! huaaah....

Apa salah Coca-Cola ?

Image
"Mau?", ujar ku sambil menawarkan sekaleng Coca-Cola dingin kepada sahabat di siang nan super panas. "Tidak, terima kasih! aku tidak mau minum Coca-Cola, dan seharus nya kamu pun tidak meminumnya!", jawab nya sambil menghela nafas panjang.  "Kenapa?", sekarang aku yang penasaran menanti jawab sambil sejenak memikirkan jawaban apa yang kira-kira akan diucapkan sahabat berjilbab biru ku ini. Ku lihat ia menghela nafas panjang sebelum mejawab pertanyaan ku. Mata nya memandang seperti ingin menembus alam pikir ku, "karena Coca-Cola buatan Amerika, tidak kah kamu memikirkan apa yang dilakukan Amerika kepada saudara-saudara kita di Palestina? Dengan membeli Coca-Cola itu artinya kamu turut membantu membiayai Amerika untuk menyakiti saudara-saudara kita di sana.", ujarnya tegas, dan kemudian membungkam ku tanpa bisa bertanya dengan sekaleng Coca-Cola di tangan. ***

Hanya Memandang

Image
Hanya memandang,
Seperti pagi ini aku hanya melihat juntaian hujan yang mengalir di beranda
Tak bergeming
Terasa sunyi mengalun di kalbu

Hanya memandang,
Dengan  perih menyayat menari  di hati
Tanpa bisa melakukan suatu apapun
Seluruhnya menjadi kaku, lebih berat dari pada batu

Ah,
Hanya memandang,
Tapi tetap berharap akan ada suatu keajaiban.