Posts

Showing posts from January, 2010

Ke-7 : Dulu Pahlawan, Kini Tukang Becak

Image
Seseorang yang dulu berjuang demi kemerdekaan Indonesia, kini berprofesi sebagai tukang becak, untuk mampu menghidupi keluarga kecilnya. Banyak pengalaman hidup yang bisa kita petik dari perjalanan nya...

Setiap manusia pernah mengalami masa-masa perjuangan dalam hidupnya. Seperti kota Surabaya, saat mengalami masa penjajahan, kota ini pun juga mengalami saat-saat penuh perjuangan. Banyak arek-arek Suroboyo yang rela mengorbankan dirinya untuk mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan. Semua itu didasari oleh rasa kecintaan serta ketulusan terhadap kota pahlawan.

Satu di antara beribu orang-orang pemberani tersebut adalah Sunaryo. Laki-laki kelahiran Benowo, 28 Mei 1921 ini pun juga ikut dalam peperangan mempertahankan kemerdekaan. Bergabung dalam Kesatuan Hisbullah pada bulan September tahun 1945, membuatnya menjadi pemuda penuh semangat membela negara, “Dulu saya tidak ada niat apa-apa untuk ikut perang itu. Saya hanya ingin Indonesia ini merdeka” ungkapnya dengan nada serak.

Memang, ni…

Ke-6 : Sinar

Image
SubhanaLlah, Maha Suci Allah! Sangat mengharukan! Itulah sebagian besar ungkapan penonton saat melihat tayangan di SCTV tentang kisah anak usia 6 tahun mengurus ibunya yang lumpuh. Bahkan tidak sedikit yang menitikkan air mata saat menyaksikan Sinar, nama bocah belia itu menampakkan bakti, cinta dan kasih sayangnya pada sang bunda, mengabaikan masa kecilnya pada saat anak-anak seusianya menghabiskan waktunya dengan bermain, sementara ia harus berada di samping bundanya yang sakit sejak dua tahun lalu.

Rumah Murni, nama ibu yang lumpuh ini terletak Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Walau tampak jauh dari keramaian kota, tapi rumah Murni juga tidak luput dari keramaian Pemilu lalu. Terbukti dengan banyaknya sticker partai dan caleg yang tertempel di dinding rumah kayu sangat sederhana itu. Tapi sepertinya para politisi dan kader partai itu abai dengan apa yang terjadi di tengah keluarga miskin ini. Para tetanggalah yang terkadang memberikan bantuan ala kadar…

Ke-5 : Pudarnya Pesona Cleopatra

Image
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu”
kata ibu.

“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba.

Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.
Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kut…