Posts

Showing posts from December, 2009

Salma

Image
Ku sibak tirai putih yang menutupi kamar ini. Kamar yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup Seorang Salma. Salma, saudara sepupu ku yang periang, mudah bergaul dan selalu menghembuskan angin kesegaran dengan adanya dia. Kuhirup dalam udara pagi yang terasa basah karena derasnya hujan semalam, terasa sejuk…. yang membuat ingatanku melayang pada kebiasaan ritual yang dilakukan Salma setiap pagi di depan jendela besar ini.

Kulangkahkan kaki menuju tempat tidur Salma, Sebuah kasur dengan sprai rapi yang terletak di atas permandani. Dulu, tempat tidur Salma tidak seperti ini, tapi 6 bulan kemarin, ia meminta Bik Na dan Mang Asep memindahkan tempat tidur, meja rias dan sebuah lemari tempat ia menyimpan koleksi-koleksi boneka kesayangannya ke gudang. Tak ayal, ketika Tante Rina mengetahuinya terjadi sebuah pertengkaran kecil, tapi untunglah Om Taka seorang yang bijak, dia menghargai keputusan Salma dengan alasan yang hanya Salma yang tahu. Sekarang, kamar Salma menjadi lengang seperti ini, …

Ke-3 : Menjaga Hati

Image
"Mi, ayo cepat ikut aku", ajak Tiar tiba-tiba sambil menarik tanganku untuk segera beranjak dari duduk ku. "Kemana?", tanya ku bingung, sambil mulai beranjak untuk berdiri. "Ikut saja", kata Tiar yang terdengar bagaikan perintah di telingaku.

Ku ikuti langkah Tiar yang menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. "Ada apa Tiar?", aku pun bertanya karena tak kuat menahan penasaran oleh tingkah aneh sahabatku itu pagi ini. Tiar tak menjawabku, malah langkahnya semakin cepat menuruni anak tangga menuju lantai dasar.

Tiar berjalan terus dan akhirnya berhenti di parkiran. Aku masih merasa bingung, dan kembali bertanya kenapa aku diajak ke tempat ini. "Lihat itu!", Tiar berbisik kepada ku sambil menunjuk tangannya ke dua orang pemuda yang sedang berbincang-bincang dengan asik. "Memang kenapa dengan mereka?", tanyaku semakin tidak mengerti. "Kamu lihat yang memakai kemeja abu-abu itu, dia Ditho, Mi", jawabnya. "Ditho sia…

Ke-2 : Sebuah Kesan

Image
Malam ini kembali hujan, seperti biasa aku membuka notebook untuk sekedar melihat status-status baru di facebook atau berselancar di dunia internet yang menurutku adalah jendelanya dunia setelah buku.

Setelah sedikit ber-sms dengan sahabatku yang sekarang mungkin masih menangis karena ingat hal-hal dimasa lalu, membuatku juga menjadi ikut merefleksikan perjalanan hidupku. Dan malam ini, aku teringat dengan Ani, tetangga ku.

Sore itu hari ke-2 bulan Ramadhan, ketika aku pulang dari kerja, ku lihat pintu kontrakkan sebelah terbuka. “Wah, akhirnya, ada juga yang mengisi kontrakkan sebelah setelah di tinggal “Pak Bos” ke Kaur-Bengkulu kurang lebih setengah bulan ini”, gumam ku sambil memasukkan “si hitam” untuk beristirahat setelah kelelahan menemaniku berkeliling-keliling desa.

Dua hari kemudian, sepulang dari kegiatan rutinku aku dikejutkan oleh suara tetangga baru ku yang bernama Ani itu. “Ayuk, bisa install computer gak?”, katanya. “hmmm, insyaallah bisa, kalau master drivernya ada An…

Ke-1 : Jaringan Kisah Klasik

Image
Malam itu, sahabatku datang kepadaku. Mukanya kulihat sangat tidak sejuk, tak ada gairah hidup yang terpancar di sana. Setelah aku buatkan secangkir teh manis untuknya, ku perhatikan saja kelakuannya yang menggonta-ganti channel tv yang hanya ada lima siaran tv itu.
Setelah pekerjaanku sebagian selesai, ku beranikan untuk bertanya kepadanya, ada apa gerangan? Tapi aku hanya mendapat respon diam tanpa bahasa darinya. Kemudian ku putuskan untuk kembali melanjutkan pekerjaanku merekap data yang tadinya terhenti.
"Mi, aku sakit....", ku dengar suara sahabatku untuk yang pertama kalinya setelah berjam-jam dalam keheningan. "Aku sakit Mi....", kembali dia mengulang kata-katanya yang kemudian disusul dengan linangan air mata. Ya Tuhan... itu kali pertamanya aku melihat sahabatku itu menangis. Sahabatku yang kuat dan selalu membantu dan melindungiku di kota ini menangis, seorang sahabat yang selalu menampakkan kedewasaannya malam itu mengalirkan air matanya, ada apakah geran…